Rabu, 27 Mei 2015

Tembang Merdu


Tumpukan kayu-kayu masa lalu
Ayat-ayat yang berjatuhan
Dari Arsy

Pohon rambutan, jati
Dan lain-lain. Rumah kayu
Tempat leluhur dilahirkan
Dan mendekap lukaku
Yang tak abadi

Matahari tak begitu jauh saat ini

Tak bisa kubayangkan
Suasana ini, pagi yang begitu biru

Surah-surah Muhammad
Menempel di sekujur imanku

Aku tak bisa menghentikan
Tembang-tembang merdu
Suara-suara hati, raba-raba iman
Dan pecahlah segala yang menyertai


2015



Kamis, 02 April 2015

Cipicung



deretan pohon, hutan piaraan
satu kolam memanjang
ikan-ikan berbicara tentang
rindu dan cinta di situ

suara-suara ayam kate
mengetuk-ngetuk dadaku
sesaat kemudian, tangis Nun
menyambut yang datang

warna langit yang pecah-pecah
menjadi hiasan bagi yang bangun

beberapa santri
mengaji asmaul husna
di shubuh yang mendung

aku tak lagi disekap
dan tak juga dibisiki
oleh hantu-hantu masa lalu

cintalah yang menciptakannya
agar tempat ini menjadi sorga kesekian

sekali lagi cintalah yang menjaga
tempat ini menjadi rumah bagimu

satu pintu terbuka,
jendela juga terbuka,
dan halaman masjid tua itu
menyapu dosaku pelan-pelan

di depanku puluhan makam-makam tua
tidur dalam instrumen kasih sayang

dan kita pun mungkin akan seperti itu
sendiri dalam liang lahat yang gelap
pada hari dimana keputusan dibuat


2015